Survei cloud computing di Indonesia.

Selama Pandemi, Indonesia Paling Getol Terapkan Cloud

Author:

Survei cloud yang dipublikasikan Alibaba Cloud pada 2021 mengungkap temuan menarik terkait adopsi cloud di Indonesia. Menurut survei tersebut, penerapan teknologi berbasis cloud di industri bisnis Tanah Air semakin meningkat tajam, khususnya selama masa pandemi dua tahun terakhir. 

Tak heran jika survei ini menyebut pandemi sebagai salah satu faktor pendorong peningkatan adopsi cloud computing di Indonesia, mengingat digitalisasi menjadi sebuah keharusan bagi para pelaku bisnis untuk bertahan di kondisi keterbatasan fisik karena pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama pandemi.  

Pandemi pada akhirnya mendorong bisnis untuk bertransformasi digital dan menciptakan kerja remote yang efektif, sehigga cloud dibutuhkan untuk menghadirkan resource yang sesuai dengan kebutuhan IT bisnis untuk bisa beradaptasi dengan model yang berbasis data dan menganut cara kerja hybrid. 

Lalu, seperti apa laporan lebih lengkap dari Alibaba Cloud? Simak pemaparannya di artikel berikut. 

Seperti Apa Tren Cloud di Indonesia Selama Pandemi?

Survei dari Alibaba Cloud membeberkan bahwa ada sekitar 77 persen bisnis di Indonesia sudah menggunakan tools dan solusi IT yang sepenuhnya berbasis pada cloud. Sementara, 83 persen percaya jika solusi cloud bisa membantu para pelaku bisnis untuk tetap bertahan dan berinovasi di masa pandemi COVID-19. 

Untuk informasi, survei ini dilakukan pada akhir 2020 ke lebih dari 1.000 responden dari sejumlah negara, termasuk Hong Kong, Malaysia, Singapura, India, Filipina, dan Indonesia. Tujuan dari survei khusus ini adalah untuk memahami fungsi dari cloud computing terhadap bisnis dan seperti apa gambaran kepercayaan pelaku bisnis di Asia terhadap inovasi yang dihasilkan berkat bantuan cloud. 

Lebih lanjut, survei memaparkan ada sekitar 67 persen bisnis di Indonesia sudah menerapkan lebih banyak solusi cloud di masa pandemi. Menariknya, 64 persen di antaranya mengakui bahwa solusi hybrid cloud justru menjadi lebih penting. Menurut mereka, usia dari teknologi hybrid cloud masih relatif panjang, dan membantu mereka untuk menangani masalah pada perencanaan keberlangsungan bisnis serta pemulihan bencana atau disaster recovery. 

Leon Chen selaku General Manager Alibaba Cloud Intelligence Indonesia mengatakan bahwa pihaknya antusias melihat situasi di mana semakin meningkatnya kebutuhan akan solusi cloud di Indonesia. Selama beberapa tahun terakhir, Alibaba Cloud telah memperkenalkan teknologi kepemilikan cloud-native ke industri, seperti PolarDB, AnalyticDB, serta Alibaba Cloud Container Service untuk Kubernetes. 

“Nantinya, Alibaba Cloud berencana untuk memperkenalkan lebih banyak teknologi serta solusi hybrid cloud yang diandalkan untuk bisa dikelola berbagai macam bisnis di industri, sehingga mereka dapat mempercepat transformasi digital di tahun ini,” kata Leo. 

Pertimbangan Bisnis Memilih Vendor Cloud yang Ideal

Dalam elaborasi lebih lanjut, laporan memaparkan bahwa sebelum pandemi, sekitar 77 persen bisnis di Indonesia yang mengakui dua faktor utama dalam memilih vendor cloud. Pertama adalah kemampuan solusi cloud untuk integrasi secara efektif bersama solusi dan infrastruktur IT yang sudah ada, dan kedua adalah keamanan kredensial bagi pemilik bisnis. 

Keamanan kredensial selama pandemi menjadi salah satu faktor pertimbangan krusial di antara perusahaan Indonesia ketika mereka ingin bermitra dengan vendor penyedia cloud. Hal ini menunjukkan bahwa kepentingan akan keamanan siber, menjadi penting terlebih saat bisnis mulai memperluas footprint digital.  

Persepsi Positif Bagi Vendor Penyedia Cloud

Survei Alibaba Cloud pun melaporkan persepsi terkait vendor penyedia cloud di regional yang positif. Di Indonesia, sekitar 68 persen responden mengaku jika penyedia teknologi yang ada di kawasan Asia bisa menghadirkan solusi dengan kualitas mumpuni, sebab memiliki pengetahuan yang lebih luas terkait mindset orang-orang Asia. 

Secara general, 57 persen bisnis di Indonesia percaya kalau orang Asia dapat memimpin industri teknologi finansial seperti pembayaran digital serta blockchain, sedangkan 49 persen percaya kalau Asia menjadi benua yang mampu memimpin pasar Internet of Things (IoT). 

Temuan tambahan dari laporan juga menyebutkan ada sekitar 73 persen bisnis di kawasan Asia juga optimistis jika Asia akan mendorong ekonomi utama di abad ke-12, dengan lebih dari 65 persen bisnis yang mengakui jika mereka sudah mengadopsi solusi IT dari vendor penyedia solusi domisili Asia. 

“Sungguh mencengangkan melihat kepercayaan dari inovasi orang Asia. Dengan digitalisasi yang kuat untuk menciptakan sebuah tren, khususnya selama pandemi, Alibaba Cloud percaya akan ada banyak kesempatan baru dalam membangun persepsi yang lebih besar akan kemampuan cloud yang disediakan di wilayah ini,” kata Selina Yuan, President for International Business Alibaba Cloud Intelligence. 

Tak cuma itu, survei juga mengungkapkan temuan menarik di mana persepsi terkait penyedia layanan cloud di Asia yang sangat baik. Sekitar 84 persen responden di Asia, setuju kalau penyedia layanan cloud dapat menghadirkan solusi sesuai dengan yang mereka janjikan. Sekadar tamabahan, penyedia hyperscale cloud juga terpilih konsultan IT enterprise global, mitra lokal pihak ketiga, serta tim in-house dari 43 persen bisnis di Asia. 

Meski demikian, responden berkata kalau mereka justru lebih percaya pada solusii MNC (Multi-National Company) jika ingin dibandingkan pada solusi regional. Fakta ini jelas menunjukkan penyedia layanan cloud Asia terhambat masalah  yang harus ditangani jika ingin mewujudkan potensi penuh digitalisasi kawasan tersebut. 

Ingin simak lebih lengkap terkait infografis laporan Alibaba Cloud? Anda bisa kunjungi laman berikut. 

Hybrid Cloud Partner Program untuk UMKM

Sadar dengan temuan laporan menarik ini, Alibaba Cloud mengubah strategi untuk menyediakan solusi hybrid cloud di Asia, khususnya Indonesia. Pada Desember 2020, perusahaan menghadirkan Hybrid Cloud Partner Program untuk melakukan upgrade pada penawaran produknya. 

Tujuan dari program khusus ini adalah untuk memberikan dukungan pada bisnis di skala menengah seperti UMKM untuk bisa mempercepat transformasi digital, serta memanfaatkan keuntungan dari public cloud yang fleksibel, bisa diukur, mudah diakses, dan tentunya sambil mendapatkan bantuan dari Alibaba Cloud. 

Baca Juga: Menerawang Masa Depan Hybrid Cloud, Siapkah Anda?

Saatnya Adopsi Solusi Cloud Bersama CTI Group

Dapatkan solusi Alibaba Cloud  dari Blue Power Technology (BPT) sebagai mitra resmi Alibaba Cloud di Indonesia dan merupakan subsidiary dari CTI Group.  

CTI Group siap membantu Anda untuk adopsi berbagai jenis teknologi hybrid cloud dari 13 subsidiari kami, lengkap dengan lebih 100 brand IT kelas dunia, serta dukungan lebih dari 250 engineer tersertifikasi berpengalaman yang siap membantu implementasi solusi kemanan IT Anda berjalan optimal dan lancar selama 24/7. Untuk informasi lengkap tentang CTI Group, hubungi kami di marketing@computradetech.com.   

Share On :

Berita Terbaru

Terima kasih telah berlangganan newsletter kami

Anda akan menerima informasi terbaru dari perusahaan kami