
Mengenal Jedi Data Center as a Service untuk Infrastruktur IT yang Lebih Fleksibel
Author:
Di tengah percepatan transformasi digital, kebutuhan perusahaan terhadap infrastruktur IT yang andal terus meningkat. Pertumbuhan aplikasi bisnis, layanan digital, data, dan kebutuhan komputasi yang semakin kompleks membuat data center menjadi bagian penting dari operasional perusahaan.
Namun, membangun dan mengelola data center sendiri membutuhkan investasi dan sumber daya yang besar. Perusahaan perlu menyiapkan fasilitas, sistem kelistrikan dan pendinginan, jaringan, keamanan, perangkat IT, hingga tim operasional untuk memastikan seluruh infrastruktur berjalan optimal.
Jedi Data Center as a Service (DCaaS) menawarkan pendekatan yang lebih fleksibel. Melalui model layanan ini, perusahaan dapat memanfaatkan fasilitas dan infrastruktur data center sesuai kebutuhan tanpa harus membangun dan mengelola seluruh infrastrukturnya secara mandiri.
Apa Itu Jedi Data Center as a Service?
Jedi Data Center as a Service (DCaaS) adalah layanan yang menyediakan fasilitas dan infrastruktur data center sesuai kebutuhan perusahaan. Layanan ini dapat mencakup colocation, rack, daya listrik, sistem pendinginan, konektivitas jaringan, keamanan, hingga dukungan operasional data center.
Berbeda dengan pendekatan tradisional yang mengharuskan perusahaan memiliki dan mengoperasikan data center sendiri, DCaaS memungkinkan perusahaan memanfaatkan infrastruktur yang dikelola oleh penyedia layanan.
Dengan model ini, kapasitas dan layanan data center dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, baik untuk mendukung pertumbuhan, ekspansi layanan, maupun perubahan kebutuhan IT.
Manfaat Jedi Data Center as a Service
1. Infrastruktur yang Lebih Fleksibel
Jedi DCaaS memungkinkan perusahaan menyesuaikan kapasitas dan ruang data center dengan kebutuhan operasional. Fleksibilitas ini dapat mendukung bisnis yang sedang berkembang, melakukan ekspansi, atau memiliki kebutuhan kapasitas IT yang dinamis.
2. Efisiensi Investasi dan Operasional
Membangun data center membutuhkan investasi awal sekaligus biaya operasional berkelanjutan. Dengan DCaaS, perusahaan dapat memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia tanpa harus membangun dan mengelola seluruh infrastruktur data center sendiri.
3. Infrastruktur yang Andal
Keandalan data center didukung oleh berbagai sistem yang dirancang untuk menjaga kontinuitas operasional. Jedi menyediakan sistem kelistrikan dan pendinginan yang redundan, monitoring, jaringan, serta fasilitas pendukung lainnya sesuai layanan yang digunakan.
4. Keamanan yang Lebih Terintegrasi
Keamanan data center mencakup perlindungan fisik maupun infrastruktur. Jedi DCaaS menyediakan pengamanan akses, monitoring CCTV 24×7, serta sistem kunci mekanikal maupun biometric yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.
5. Tim IT Dapat Lebih Fokus pada Bisnis
Dengan sebagian pengelolaan infrastruktur ditangani oleh penyedia layanan, tim internal perusahaan dapat lebih fokus pada aktivitas yang memberikan nilai langsung bagi bisnis, seperti pengembangan aplikasi, layanan digital, inovasi, dan pengelolaan data.
Baca Juga: Mengenal Bonree ONE: Solusi AI Full-Stack Observability untuk IT Operations Modern
Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Menggunakan DCaaS
Meskipun menawarkan fleksibilitas, implementasi DCaaS tetap membutuhkan perencanaan yang matang. Perusahaan perlu mengevaluasi beberapa aspek sebelum memilih layanan, antara lain:
- Kebutuhan kapasitas dan ruang
- Lokasi data center
- Konektivitas jaringan
- Keamanan dan kontrol akses
- Tingkat ketersediaan layanan
- Skalabilitas infrastruktur
- Dukungan teknis dan operasional
- Service Level Agreement (SLA)
- Kepatuhan dan tata kelola data
Perusahaan juga perlu memahami pembagian tanggung jawab antara pelanggan dan penyedia layanan. Kejelasan ini penting agar pengelolaan infrastruktur, keamanan, pemeliharaan, dan penanganan insiden dapat berjalan secara efektif.
Komponen dalam Layanan Jedi DCaaS
Jedi DCaaS menyediakan berbagai pilihan layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan infrastruktur, arsitektur IT, dan operasional perusahaan.
Colocation
Layanan colocation menyediakan ruang untuk menempatkan server dan perangkat IT perusahaan di fasilitas data center Jedi. Tersedia tiga pilihan colocation yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan ruang, privasi, dan keamanan.
Shared
Layanan shared room menawarkan colocation yang fleksibel dan ekonomis, mulai dari kebutuhan setengah rack. Pelanggan berbagi ruangan dengan tenant lain, sehingga cocok untuk perusahaan dengan infrastruktur yang masih relatif minimal dan belum membutuhkan ruang besar. Dari sisi keamanan, setiap rack tetap dilengkapi sistem pengamanan berupa kunci mekanikal maupun biometric sesuai kebutuhan.
Caged
Layanan Caged menyediakan private space di dalam area shared room bagi pelanggan yang membutuhkan ruang lebih privat serta tingkat keamanan dan compliance yang lebih tinggi.
JEDI menyediakan dua pilihan ukuran, yaitu:
- Size S: dapat menampung hingga 6 rack server
- Size M: dapat menampung hingga 12 rack server
Untuk kebutuhan ruang di atas 12 rack, pelanggan dapat berkonsultasi dengan tim Jedi.
Private Suite
Private Suite menyediakan area yang sepenuhnya tertutup dan terpisah dari tenant lain. Layanan ini ditujukan bagi pelanggan yang membutuhkan dedicated space dengan tingkat privasi dan keamanan yang lebih tinggi.
Seluruh tipe colocation Jedi telah dilengkapi fasilitas data center yang memadai, termasuk sistem kelistrikan redundan, sistem pendinginan redundan, monitoring CCTV 24×7, serta sistem keamanan dengan kunci mekanikal atau biometric.
Network Connectivity
Jedi menyediakan layanan interkoneksi untuk mendukung konektivitas antara data center, kantor, cloud, maupun lokasi lainnya. Pilihan provider dapat disesuaikan dengan kebutuhan konektivitas pelanggan.
Selain koneksi lokal dan cloud, Jedi juga menyediakan layanan interkoneksi antar-data center di berbagai lokasi di dunia apabila dibutuhkan. Untuk kebutuhan B2B, Jedi telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 50 ISP di Indonesia, memberikan pilihan konektivitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
Migration
Jedi menyediakan layanan migrasi data center dari fasilitas existing ke data center baru. Layanan ini mencakup supervisi proses migrasi, pengadaan dan perapihan kabel beserta labelling, serta pemindahan aset IT.
Proses migrasi dilakukan secara terstruktur, mulai dari supervisi shutdown aplikasi, operating system, hingga hardware. Setelah itu, perangkat IT dipindahkan ke data center baru dan dipastikan kembali dalam kondisi operasional. Dengan dukungan ini, perusahaan dapat menjalankan proses relokasi infrastruktur secara lebih terkoordinasi dan terkontrol.
Operation
Untuk membantu menjaga operasional data center, Jedi menyediakan layanan monitoring dan pengelolaan infrastruktur melalui dukungan personel Network Operation Center (NOC) dan Data Center Operator (DCO).
Tersedia juga tools monitoring sehingga pelanggan tidak perlu melakukan investasi tambahan untuk pengadaan tools tersebut. Monitoring dilakukan 24×7 untuk membantu memastikan kondisi infrastruktur dapat dipantau secara berkelanjutan.
Dengan dukungan tim NOC dan DCO, Jedi menyediakan SLA uptime data center hingga 99,98%. Pemilihan setiap komponen layanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan kapasitas, arsitektur IT, tingkat kritikalitas aplikasi, serta target ketersediaan layanan perusahaan.
Sertifikasi dan Compliance Jedi Data Center
Kebutuhan data center tidak hanya berkaitan dengan kapasitas dan performa, tetapi juga keamanan serta compliance. Seluruh Data Center Colocation Jedi telah tersertifikasi untuk mendukung kebutuhan compliance dari regulator.
Beberapa sertifikasi dan standar yang dimiliki JEDI meliputi:
Tier III
Tier III merupakan standar data center yang mendukung proses pemeliharaan atau penggantian komponen tanpa harus menghentikan sistem utama (concurrently maintainable). Standar ini menggunakan multi-jalur daya dan mendukung tingkat ketersediaan 99,982%, dengan maksimal downtime sekitar 1,6 jam per tahun.
ISO 27001
ISO 27001 merupakan standar internasional untuk Information Security Management System (ISMS). Standar ini menetapkan persyaratan untuk membangun, menerapkan, memelihara, dan meningkatkan sistem manajemen keamanan informasi.
PCI DSS
Payment Card Industry Data Security Standard (PCI DSS) merupakan standar keamanan global yang dirancang untuk membantu melindungi data pemegang kartu kredit, debit, dan prabayar dari risiko pencurian maupun penyalahgunaan.
Jedi DCaaS sebagai Bagian dari Strategi Transformasi Digital
Data center kini bukan sekadar tempat untuk menempatkan server. Dalam ekosistem digital modern, data center menjadi fondasi bagi berbagai kebutuhan IT, mulai dari aplikasi bisnis, layanan cloud, konektivitas, analitik data, hingga artificial intelligence.
Melalui Jedi Data Center as a Service, perusahaan dapat memperoleh akses terhadap infrastruktur data center yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanpa harus membangun seluruh kapabilitas data center secara mandiri.
Mulai dari colocation, network connectivity, migration, hingga operation, Jedi menyediakan pilihan layanan untuk mendukung berbagai kebutuhan infrastruktur dan operasional perusahaan.
Dengan infrastruktur dan model layanan yang tepat, perusahaan dapat membangun fondasi data center yang lebih fleksibel, andal, dan siap mendukung pertumbuhan bisnis di era digital.
Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai Jedi Data Center as a Service dan menemukan layanan yang sesuai dengan kebutuhan infrastruktur perusahaan? Hubungi tim Jedi Solution untuk berdiskusi mengenai kebutuhan data center Anda. Sebagai bagian dari CTI Group, Jedi siap mendukung kebutuhan infrastruktur digital perusahaan dengan solusi data center yang fleksibel dan andal.
Penulis: Mochammad Taufik – Technical Manager Jedi Solutions
Editor: Wilsa Azmalia Putri – Content Writer CTI Group